JABAR BERMARTABAT (BERSIH, MAKMUR TA’AT, BERSAHABAT) CIANJUR BERSEMI (BERSIH, SEHAT, MEMIKAT) DIBAWAH NAUNGAN GERMANG MARHAMAH BERBASIS PONTREN & MASJID

•Oktober 24, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

PERILAKU HIDUP SEHAT, CERDAS, SADAR LINGKUNGAN YANG BERDASARKAN KESALEHAN SOSIAL

OLEH: KH. SAEFUL UYUN LC.

PONTREN MIFTAHLHUDA AL-MUSRI’

 

Kehidupan manusia .di Jagat Raya ini Hakekatnya melanjutkan visi dan misi Nabiyulloh Adam as dan Hawa. Keberadaan Adam dan Istrinya di Surga digugat iblis nenek moyang syetan dengan alas an pemberian kemulian dan kehormatan serta berbagai fasilitas di surga itu tanpa proses uji kelayakan. Akhirnya Alloh SWT mengeluarkan SK pengangkatan iblis jadi sang penggoda dan iblispun sukses menggodanya hingga menjadikan Adam dan istrinya keluar dari Surga menjadi penghuni alam semesta ini. (Al-Qur’an Qs. Al-Baqoroh 36-39) ketetapan Alloh menempatkan Adam besrta Istrinya di alam raya ini semata-mata untuk uji coba dan uji kelayakan menuju kembali kea lam mulia, alam kehormatan yang kekal dan abadi.

Agama bagi manusia (anak cucu Adam) merupakan lambing-lambang kemulian, petunjuk jalan kembali kea lam mulia sekaligus berfungsi sebagai prisai dari serangan yang menghancurkan. Maka dari aneka program yang dilakukan baik oleh Pemerintah maupun masyarakat hendaknya seslalu dalam kolidor kemuliaan dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai tahap keberhasilannya yang bermartabat.

Motto JABAR BERMARTABAT (Bersih Makmur Taat dan Bersahabat) seperti Cianjur BERSEMI (Bersih Sehat dan Memikat) yang hari ini Cianjur ditambah dengan GERBANG MARHAMAH (Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlaqul Karimah).

Konon kabarnya Propinsi Jawa Barat adalah Propinsi pertama yang dibentuk di wiliyah NKRI berdasarkan UU No. 11 tahun 1950, sumber dayanya luar biasa misalnya sumberdaya air, hutan, laut dan banyak lagi yang lainnya. Sungai citarum saja sudah mengasilkan tiga waduk yaitu saguling, cirata dan jatiluhur. Untuk sumber daya manusia , Pondok Pesantren disetiap pelosok dan penjuru kampong puluhan ribu Pontren, ribuan Kyai serta jutaan santri penghuni Pontren.

Namun saying seribu kali saying Jawa Barat sampai dengan tahun ini IPM nya baru mencapai nilai 65,3 artinya Jawa Barat berada pada urutan ke 13 dari seluruh Propinsi di Republik Indonesia. Sebuah peringkat yang menggambarkan rendahnya prilaku hidup bersih dan sehat, seperti tertuang dalam National Human Development Report 2004, yang dipublikasikan oleh BAPPENAS bekerja sama dengan Biro Pusat Statistik (BPS) dan United Development Programme (UNDP) ini tentu sangat menyedihkan. Setidaknya ada 12 Kabupaten di Jawa Barat yaitu: Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Cirebon, Ciamis, Purwakarta, Subang, Karawang, Bogor dan Bekasi yang perlu penanganan khusus dalam hal prilaku hidup sehatdan bersih. Mengapa IPM Jawa Barat tidak mencapai target? Jawabannya tentu banya aspek, salah satunya adalah belum terwujudnya sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Propinsi dengan Kabupaten/Kota.

Memamg tidak mudah untuk bisa meningkatkan IPM ini apalagi bila dikaitkan dengan tekad Jawa Barat untuk merai nilai IPM sebesar 80 pada tahun 2010 tapi tidak mudah itu bukan berarti mustahil untuk dilakukan.

 

Peran penting dan Strategis Pontren

Tentu Pemerintah Daerah tidak bisa sendirian dalam upaya peningkatan IPM masyarakat Jawa Barat ini, sosialisasi dan usaha pencapaian hanya akan berhasil jika didukung oleh seluruh element masyarakat salah satunya adalah komunitas pesantren.

Pondok pesantren (PONTREN) sejak awal pertumbuhannya fungsi utamanya adalah :

  1. Menyiapkan santri mendalami dan menguasai ilmu agama Islam atau lebih dikenal dengan istilah tafaqquh fiddin yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama dan turut mencerdaskan masyarakat Indonesia.
  2. Setelah mereka dianggap tamat, tugas berikutnya adalah dakwah dan menyebarkan ajaran Islam.
  3. Benteng pertahanan umat dalam bidang akhlaq.

 

Sejalan dengan fungsi ini, materi yang diajarkan dalam Pontren semuanya terdiri dari materi agama yang diambil dari kitab-kitab kelasik yang berbahasa Arab.

Seiring dengan perkembangan zaman fungsi Pontren bertambah, pontren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan tetapi juga berfungsi sebagai pusat perkembangan masyarakat diberbagai sector kehidupan. Pertumbuhan Pontren di Indonesia cukup pesat data tahun 2001 jumlah Pontren mencapai 12.783 Pontren, di Jawa Barat terdapat 4.388 Pontren dengan rincian sebagai berikut :

  1. 1.311 Pontren yang berlokasi di daerah pegunungan.
  2. 1.085 Pontren di daerah pertanian.
  3. 87 Pontren berada di daerah pantai dan
  4. 144 Pontren berada di daerah sungai.

 

Untuk Pontren di daerah Kabupaten Cianjur menurut data kantor DEPAG pusat berjumlah 694 pontren dengan rincian sebagai berikut :

  1. 620 pontren salafiyah.
  2. 15 pontren holafiyah.
  3. 59 pontren kombinasi

 

Tipe-Tipe Pontren

Pesantren sebagai agen perubahan masyarakat (Agent of Social Change) dalam berbagai bentuk dan variasinya terbukti telah melekat kuat dalam sejarah bangsa. Secara histories peran multi fungsi pesantren di Indonesia sudah diketahui sejak era wali songo dalam penyebaran agama Islam, dalam perang-perang melawan penjajah di era kolonialisme hingga menjadi penyumbang pemikiran konstruktif dalam membangun bangsa di era globalisasi.

Pontren secara garis besar dapat dikelompokan menjadi empat bentuk. Yaitu :

    1. Pontren tipe A, yaitu Pontren yang seluruhnya dilaksanakan secara tradisional, dikenal dengan “salafiyah murni”
    2. Ponten tipe B, pontren yang menyelenggarakan pengajaran secara kelasikal, system madrasi.
    3. Pontren tipe C, yang hanya merupakan asrama, sedangkan santrinmya belajar diluar komplek pesantren.
    4. Pontren tipe D, yang menyelenggarakan system pondokan dan system sekolah sekaligus.

Sebenarnya kenyataan di lapangan saat ini menunjukan bahwa bentuk dan model pesantren jauh lebih bervariasi, sebagai contoh terdata sebagai berikut :

  1. Pontren yang menyelenggarakan pengajian kitab-kitab klasik, seperti kitab fathul mu’in, fathul wahab untuk fan fiqh, jurumiyah dan alfiyah ilmu nahwu dan shorof dst.
  2. Pontren seperti pada point a, namun memberikan tambahan latihan keterampilan dan kejujuran.
  3. Pontren yang menyelenggarakan pengajian kitab namun lebih mengarah pada upaya pengembangan tarekat/sufisme.
  4. Pontren yang menyelenggarakan kegiatan keterampilan khusus seperti tahfidz al-Qur’an, fan nahwu shorof saja atau fiqh saja.
  5. Pontren yang mengkombinasikan semuanya.

 

Sebuah lembaga pendidikan dapat disebut Pontren apabila didalamnya terdapat lima unsure. Kyai, santri, asrama/kobong, mesjid, pengajian, proses belajar mengajar.

Tri Darma Pontren

  1. Peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepa Alloh SWT.
  2. PEngembangan keilmuan yang bermanfaat.
  3. Pengabdian terhadap agama dan bangsa.

 

Ciri Khos dunia Pontren antara lain :

  1. Hubungan yang dekat antara Kyai dan santri.
  2. Ketaatan santri yang tinggi kepada kyai.
  3. Hidup hemat dan sederhana.
  4. Tingginya semangat kemandirian para santri.
  5. Berkembangnya suasana persaudaraan dan tolong menolong.
  6. Tertanamnya sikap itiqomah.

 

Metode Pembelajaran di Pontren

  1. metode sorogan atau sorongan (bahasa Jawa artinya menyodorkan) system ini termasuk belajar individual dimana seorang santri berhadapan langsung dengan kyai . sedikit banyaknya materi belajar tergantung kemampuan santri.
  2. Metode bandungan atau wetonan. Metode ini yaitu dengan cara ceramah kyai dihadapan sekelompok santri. Kyai membaca, menterjemaahkan, menerangkan dan sekaligus megulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanfa harokat (gundul) dimana para santri mengikuti dengan ngalogat dengan memakai kode-kode tertentu.

 

•Januari 13, 2008 • 2 Komentar

Pengunjung yang terhormat

Maaf alamat kami telah pindah di

www.almusri.org

terima kasih.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.